Oleh: muhahadi | Februari 1, 2012

Membuat Kompos Jerami

Kompos merupakan hasil penguraian parsial dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Kompos mampu memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk menggunakan kompos cenderung lebih berkualitas dibanding tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misalnya hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, lebih enak dan yang pasti lebih sehat.

Hal yang paling melimpah untuk dijadikan kompos adalah jerami. Jerami yang dihasilkan dari satu areal sawah padi, rata-rata 1,4 dari jumlah hasil panennya. Bayangkan saja jika dari satu hektar lahan sawah menghasilkan 6 ton padi, berarti jeraminya ada 8,4 ton. Dan kalau dibuat kompos dengan hasil rata-rata 60%, maka kompos yang dapat dihasilkan sebanyak 5,04 ton.

Hasil analisa laboratorium terhadap kompos jerami yang dibuat dengan menggunakan bakteri pengurai berbeda-beda nilai haranya. Hal ini tergantung dari jenis mikroba yang digunakan, komposisi bahan, cara dan perlakuan saat pembuatannya. Namun demikian perbedaan tersebut tidak lah terlalu signifikan. Berikut adalah salah satu dari hasil analisanya:
– Rasio C/N…………. 21
– C-Organik…………. 35,11%
– Nitrogen (N)………. 1,86%
– Fosfor (P2O5)……… 0,21%
– Kalium (K2O)……… 5,35%
– Kalsium (Ca)………. 4,2%
– Magnesium (Mg)…… 0,5%
– Tembaga (Cu)…….. 20 ppm
– Mangan (Mn)………. 684 ppm
– Zing (Zn)………….. 144 ppm

Kalau mengacu pada nilai sesuai dengan hasil analisa di atas, maka dalam setiap ton kompos jerami memiliki kandungan hara setera dengan 41 kg urea, 6 kg SP36, dan 89 kg KCl atau sama dengan total NPK 136 kg. Dan untuk kompos yang dihasilkan dari satu hektar lahan (5,04 ton) setara dengan 206,64 kg urea, 30,24 kg SP36, dan 448,56 kg KCL. Tentunya jumlah ini cukup untuk dikembalikan lagi ke lahan sawah sebagai pupuk dan pastinya dapat menghemat biaya pembelian pupuk. Sungguh luar biasa, bukan!

Cara-cara pembuatanya adalah sebagai berikut:
1. Siapkan larutan dari B-Satu, gula dan air sesuai petunjuk pada label.
2. Tumpuk jerami, harus diinjak-injak sampai padat, setinggi 25 cm.
3. Beri kohe diatasnya kira-kira setebal 5 cm. Tahap ini sifatnya opsional, boleh dilakukan, boleh tidak. Kalau dilakukan tentunya akan lebih baik karena dapat memperkaya kandungan haranya.
4. Taburkan dedak padi halus, tidak perlu tebal cukup tertutup rata saja.
5. Siramkan larutan yang telah disiapkan ke seluruh permukaan bahan secara merata. Apabila larutan habis dan proses penyiraman belum selesai, larutan harus dibuat lagi.
6. Lakukan lagi tahap ke-2 sampai ke-5 di atasnya secara berlapis-lapis sampai mencapai ketinggian 1 meter (4 lapis).
7. Tutup seluruh bahan dengan pelastik yang gelap atau terpal. Usahakan sinar matahari dan air hujan tidak tembus (masuk).
8. Seminggu sekali penutup dibuka, kemudian bahan kompos dibalik (atas jadi dibawah). Setelah pembalikan selesai, bahan kompos harus ditutup kembali. Tahap ini dilakukan pada minggu ke-1 sampai ke-3.
9. Setelah 4 minggu, kompos sudah matang (jadi). Kompos boleh langsung disebarkan di sawah atau dikering anginkan dulu.

Kompos yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Warna menjadi coklat kehitaman.
2. Terjadi perubahan bentuk fisik, menjadi remah.
3. Suhu tidak panas (sama dengan suhu tanah).
4. Tidak berbau.

Oleh: muhahadi | Januari 21, 2012

pertanian organik di jepang

Jepang dikenal sebagai negara paling maju di Asia. Namun tahukah anda, bahwa pertanian disana ternyata masih kuat nuansa ‘tradisional’nya? Bagaimana itu? Mari kita simak selengkapnya!
Begitu kita berada di luar Tokyo, terjadilah anomali. Ini terjadi karena ternyata Negeri matahari terbit ini juga merupakan negeri para petani lokal/kecil. Di Fukuoka, kota terbesar nomor tujuh di Jepang, ladang padi yang damai terselip diantara rumah dan candi, dalam bayang-bayang pencakar langit yang hanya berjarak 10 mil.
Di iklim yang sangat kondusif ini, pertanian keluarga menanam buat dan sayuran dalam siklus tahunan, untuk memproduksi bahan pangan bagi kota berpenduduk 1,3 juta ini. Di daerah suburban, dimana pertanian lokal jauh lebih banyak, konsumen sering mendapatkan sayuran yang baru dipetik tadi pagi untuk makan malam. Di supermarket pada jantung kota Fukuoka, adalah umum untuk mendapatkan sayuran yang dipanen sehari sebelumnya.
Hasil pertanian segar
Jika anda menggigit tomat atau stroberi disini, maka efek dari kesegarannya akan segera terasa. Mereka sangat penuh cita rasa, sehingga tidak perlu dipersiapkan lebih lanjut lagi. Bahkan anak-anak menyukai sayuran, termasuk juga yang dianggap tidak enak seperti bayam atau kacang-kacangan.
Jepang memiliki istilah untuk hasrat terhadap makanan lokal dan segar: chisan, chishou, yang berarti, ‘produksi lokal, dan konsumsi lokal’.
Preservasi chisan-chisou pada salah satu negara yang paling terurbanisasi di dunia merupakan teladan yang baik, bahwa di negara lain yang terurbanisasi hal ini juga dapat diterapkan.
Dengan perkecualian Hokkaido, pulau Jepang yang paling utara dan paling rural, sebagian besar pertanian di Jepang adalah operasi skala kecil yang dijalankan oleh beberapa anggota keluarga. Hasilnya tidak hanya pada kesegaran makanan lokal, namun juga dedikasi untuk terhadap produk. Anggur dan peach, diantara buah lain, mereka lindungi dengan pelindung, sewaktu masih tumbuh, untuk melindungi mereka dari serangga dan gangguan lain. Tanah pun dipetakkan dengan baik, sehingga sayuran akan tumbuh dari dalam beberapa kaki. Dengan bantuan dari rumah kaca, hal ini membantu pasokan tanaman dari musim semi, panas, gugur, dan dingin. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh tangan. Petani Jepang memproduksi semangka kotak, dari trik bonsai dengan membentuk semangka menjadi kubus sewaktu ia tumbuh, sehingga ia dapat dimasukkan kedalam kulkas. Ini menunjukkan dedikasi mereka terhadap pertanian.
Bantuan Pemerintah
Dalam era modern ini, generasi muda sudah mulai tidak tertarik atau mengapresiasi pertanian chisan chishou. Namun, pemerintah Jepang tidak tinggal diam. Mereka memberikan insentif-insentif, untuk mengakselerasi pertanian lokal. Di 20 tahun terakhir ini, pemerintah telah memfasilitasi pertanian lokal untuk memasuki pasar. Menjual tanah pertanian kepada kepentingan komersial, akan dipajaki sangat tinggi oleh pemerintah, sementara memberikan tanah tersebut ke anak untuk pertanian hanya dipajaki sangat minim. Pusat pertanian juga mengundang anak-anak sekolah untuk menanam dan memanen, untuk meningkatkan minat mereka. Pertanian kadang menjadi bagian dari kurikulum sekolah.
Minoru Yoshino dari Pusat Penelitian Pertanian Fukuoka menjabarkan peran pemerintah pada chisan-chishou dalam tiga hal. Makanan lokal yang segar adalah lebih sehat, dan rasa yang nikmat akan meningkatkan konsumsi sayuran. Sementara, pertanian lokal adalah lebih baik bagi kelestarian lingkungan, karena hanya memerlukan air dan pestisida lebih sedikit.
Diterjemahkan secara bebas dari http://www.livescience.com/health/060905_bad_farming.html
S

Oleh: muhahadi | Januari 16, 2012

MOBIL NASIONAL

Mobil Nasional. Akhir – akhir ini banyak dibahas di sejumlah media elektronik maupun online. Dan sepertinya sudah memenuhi headline beberapa hari. Dimulai dengan dipakainya mobil kiat esemka oleh walikota solo Joko Widodo, kisah mobil nasional pun terus bergulir menyentuh sentiment kita sebagai bangsa. Apakah ini akan ditindaklanjuti secara terus menerus dan akan menjadi sebuah industry yang besar?? Jalan masih panjang. Pertama karena pengembangan industri otomotif perlu investasi yang sangat besar mulai dari proses produksi, pemasaran, system pembiayaan bagi yang berminat dan bahkan layanan purna jualnya.Kedua, masih dibutuhkan waktu untuk serangkaian pengujian sehingga mobil tersebut bisa sampai ke tangan konsumen dengan jaminan keamanan. Dan yang ketiga, mobil tersebut harus bersaing secara bebas dan adil dengan puluhan merek yang telah beredar lebih dulu dan menguasai pasar. Menteri BUMN menyebut mobil yang dibicarakan akhir akhir ini sebagai mobil untuk pembelajaran dan belum masuk ke taraf industri. Betul memang, kita harus cukup realistis menyikapi setiap perkembangan. Butuh kerja keras yang konsisten dan panjang untuk mewujudkan sebuah mimpi yang besar. Dan lebih penting lagi, perkembangan berikutnya dari kisah mobil nasional ini akan sejalan dengan perkembangan sikap mental atau intangible kita sebagai bangsa. Kisah ini akan terus berkembang positif dan besar dan membanggakan atau akan hilang ditelan waktu setelah empat puluh hari dibicarakan orang akan ditentukan oleh tiga sikap mental yang positif dari bangsa kita. Pola pikir besar konsumen oriented, kejujuran dan ketulusan untuk mempertahankan kualitas dan berinovasi, dan yang terakhir nasionalisme produk.
Pola pikir besar konsumen oriented
Hampir semua perusahaan yang mampu menjadi besar dan bertahan selama ratusan tahun selalu dibangun dengan pola pikir yang besar dan positif. Ini mencakup sebuah tujuan besar untuk membantu sebanyak mungkin manusia. Tujuan yang kecil dan egosentriss tidak cukup untuk menciptakan energy yang menggerakkan. Paling hanya mampu menciptakan energy kecil yang kadang membakar diri sendiri hingga habis. Lihatlah toyota atau General electric misalnya. Orientasinya jelas. Memuliakan manusia, mempermudah kehidupannya dan mengefektifkan produktivitasnya.
Idustri mobil nasional pun harus dibangun untuk tujuan yang besar seperti di atas dan bukan sekedar untuk memenuhi kesombongan diri berbalut kata nasionalisme. Industri mobnas harus dibangun untuk membantu sebanyak mungkin konsumen terutama mulai dari dalam negeri untuk bisa meningkatkan produktivitasnya melalui kendaraan tersebut.
Kejujuran dan ketulusan untuk mempertahankan kualitas dan berinovasi
Di era pasar yang sangat kompetitif sikap mental ini mutlak diperlukan. Menurut prof. Rhenald Kasali akan menjadi percuma memasarkan sampai berbusa – busa kalau produknya sendiri tidak diperhatikan kualitasnya. Ini berlaku dalam berbagai macam produk barang maupun jasa. Di jaman yang semuanya serba terkoneksi seperti sekarang semua yang tertutup akan segera terbuka dengan lebih cepat. Termasuk kata – kata indah dalam iklan yang membungkus barang rongsokoan. Jadi disini, budaya penelitian dan standarisasi yang tinggi harus dilatihkan kepada semua stake holder yang berkaitan dengan industri. Bukan hanya dipelajari, tapi dilatihkan. Di perusahaan – perusahaan Jepang baik yang kecil maupun besar budaya meneliti ini sudah menonjol sekali. Couriousity atau rasa ingin tahu mereka terhadap fakta yang berkaitan dengan sesuatu yang mereka tekuni sangat kuat. Ini membuat kebutuhan mereka atas kejujuran sangat tinggi. Ini yang membuat kualitas produk mereka tetap terjaga dan inovasi – inovasi terus berjalan.
Nasionalisme Produk
Akhirnya sesuatu yang menurut saya juga sangat penting adalah Nasionalisme bangsa kita sendiri yang mewujud dalam penggunaan produk. Ini adalah benteng terakhir, sekaligus terkuat. Beberapa dekade terakhir bangsa Indonesia mengalami krisis identitas dan tercerabut dari akar budayanya. Kesederhanaan, pola pikir fungsional,kebersamaan dan banyak karakter bangsa yang dulu dipraktekkan dengan teguh oleh para pendiri bangsa kita seolah – olah lenyap. Posisinya tergeser oleh keserakahan, hedonisme, individualisme, yang semuanya berakar pada kesombongan diri.ini semua melunturkan kecintaan kita terhadap produk dalam negeri. Pemilihan produk luar atau dalam yang mempunyai kualitas yang sama akan ditentukan oleh kesadaran bahwa dengan membeli produk lokal kita sudah membantu sesama anak bangsa yang ikut terlibat dalam rantai proses pembuatannya. Kekalahan kita dalam persaingan produk, sesungguhnya hanyalah refleksi kekalahan kita dalam membangun karakter. Begitu kita berusaha dengan sungguh – sungguh membangun karakter positif bangsa segera keadaanpun akan berubah.
Kita perlu mencontoh nasionalisme bangsa – bangsa lain yang sudah maju. Berikut ini kisah yang begitu relevan dengan nasionalisme produk. Ketika tambak udang tempat saya bekerja disewa oleh perusahaan Jepang, perusahaan sedang dalam kondisi sekarat sehingga mesin – mesin pembangkit listrik yang produk amerika banyak yang rusak dan perusahaan tidak mampu memperbaikinya. Sebenarnya mesin – mesin tersebut menurut saya masih bisa diperbaiki. Apa yang terjadi ketika perusahaan jepang itu masuk untuk beroperasi? Mereka tidak memperbaikinya. Mereka memilih untuk mengganti seluruh mesin pembangkit listrik yang bukan produk mereka dengan mesin bermerek komatsu. Ketika mereka melihat salah satu timbangan produk Negara lain kurang berfungsi dengan baik, mereka segera mengeluarkansemua stok timbangan dari gudang dan menggantinya dengan timbangan bermerk nagata. Mereka memanfaatkan setiap celah yang memungkinkan untuk menggunakan barang – barang yang dihasilkan oleh saudara – saudara sebangsanya dan ini terjadi di perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Saya tidak bisa membayangkan berapa persen mereka menggunakan produk lokal di negeri mereka sendiri.
Bagaimana dengan kita? Banyak generasi muda kita yang termakan strategi pemasaran dan begitu bangga menggunakan produk luar. Selain melupakan asas fungsional dalam memakai produk Mereka juga lupa tentang kebersamaan dan kesadaran membantu saudara sebangsa. Saya berharap, isu mobil nasional yang terus menggelinding belakangan ini juga menjadi momentum untuk mengembalikan kebanggaan dan karakter bangsa yang hilang selama beberapa dekade karena dengannya semua mimpi besar bangsa tentang mobil nasional atau apapun yang pakai nasional di belakangnya bisa diwujudkan.

Oleh: muhahadi | Januari 13, 2012

DIALOG APA SINISME KOLEKTIF??

Sebuah stasiun televisi tadi malam menyiarkan acara dialog yang pesertanya banyak sekali membahas topik negeri yang auto pilot. Forum tersebut menamakan dirinya sebagai forum anak negeri yang menurut saya kurang tepat. Saya pikir disebut sebagai forum oposisi saja masih kurang tepat karena oposisi masih berpikir menawarkan solusi yang lebih baik dan member penilaian yang sedikit lebih obyektif. Yang lebih tepat mungkin disebut forum manusia sinis.Atau forum penebar pesimisme. Acaranya sendiri di moderatori oleh mantan anggota DPR dari partai yang kalah dan dulu sewaktu menjadi anggota DPR juga bicaranya selalu sinis, dan senang merendahkan siapa saja. Saya agak geregetan karena stasiunn tivi tersebut hanya mengumpulkan orang orang yang selama ini bersuara ekastrim terhadap pemerintah, dan sama sekali acara tersebut tidak seimbang karena opini yang dikembangkan 100% jelek dan 0% baik untuk pemerintah yang menurut saya itu sama sekali jauh Dari logika akal sehat.
Masing – masing orang diberi kesempatan untuk bicara dan hampir semuanya membesarkan kepalanya sendiri dengan merendahkan, menafikan, dan menghujat pemerintah. Ucapan – ucapan nyinyir mereka menunjukkan kualitas yang rendah dari isi kepala orang – orang tersebut. Ya, tentu saja mereka mengatasnamakan rakyat. Biar lebih sahih to. Rakyat yang memang punya masalah yang harus dibantu, dan dicarikan solusi untuk masalahnya atau dibantu diberdayakan untuk mampu mengatasi masalahnya. Tapi jelas rakyat yang dipakai mereka untuk bemper itu tidak mewakili 50% saja dari penghuni bumi negeri saya yang tercinta ini.
Ngenes sekali, bahwa banyak orang – orang yang diberi kesempatan untuk mempengaruhi opini publik di negeri ini sebagian masih sibuk untuk membesarkan kepalanya sendiri. Itu saja sudah ngenes, dan lebih ngenes lagi mereka tidak cukup cerdas untuk mencari caranya. Caranya Cuma itu – ituuuuu saja. Dengan menjelekkan pemerintah, menghujat presiden, mencari kambing hitam, melemparkan kata – kata nyinyir yang kalau dirasakan sebenarnya sangat busuk meskipun itu kadang dibungkus dengan frase – frase yang indah. Mungkin akan sangat banyak rakyat yang tertipu dan terseret. Udah gitu tivi kok ya seneng banget menyiarkan acara yang seperti ini. Tapi ya namanya juga demokrasi sih ya hehehe… tapi memang sedemikian hebatnyapun demokrasi sebuah negeri ya tetep saja yang bikin maju mundur Negara itu kan kesadaran manusianya. Seberapa banyak orang yang berjiwa besar dan berkesadaran tinggi. Dan jangan lupa, seberapa sering kebaikan itu disiarkan oleh media. Karena sekarang jaman informasi.
Yaa saya sering juga dengar mereka berdalih bahwa semua indicator kemajuan yang ada sekarang itu tidak ada peran pemerintah. Ya itu menurut mereka. Sehingga negeri saya disebut auto pilot.subyektif sekali. Dan asal ngomong. Ahhh negeri saya memang masih penuh dengan orang orang yang senaaang sekali merendahkan orang lain, mencaci pemerintahnya, zero respect to other, membunuh karakter orang lain, yang semuanya praktis mereka lakukan untuk satu hal, menunjukkan entah kepada siapa tentang betapa besarnya diri saya. Sombong banget yah saudara – saudara saya ini. Saya ngenes. Kayanya negeri saya masih jauh deh dari apa yang disebut sebagai kemajuan kolektif. Habis orang orangnya kan masih berpikir yang penting saya.yang besar saya. Yang hebat saya. Uuuuh ego sentrissss banget. Saudara – saudaraku, Jangan pernah bermimpi orang – orang bermulut besar ini ini akan memperjuangkan kepentingan kalian. Kalian boleh demo tapi yang damai yah. Kalau kalian berjuang terus pasti berhasil. Tapi jangan lupa, seberapa pun kecilnya hasil harus kalian syukuri dan jangan diingkari. Saya turut berdoa untukmu wahai saudaraku. Keberhasilan hidup ini akan sangat tergantung pada rasa syukurmu itu.Jangan pernah percaya pada mereka – mereka yang kelihatannya mampu membantu mengubah keadaan dengan menekan dan mengkonfrontasi pemerintah. Itu tidak akan pernah berhasil. Hasil yang besar hanya akan didapat jika setiap kita berusaha memperbaiki dengan cara – cara yang baik pula. Bahu membahu dengan cara – cara yang positif, mengkritik dengan santun, obyektif dan tulus bukan hanya meremehkan dan mengecilkan karena merasa kepala sebesar gunung,mendukung dan saling menguatkan dalam kebersamaan, tidak seperti gear yang berputar berlawanan dan saling bersinggugan sehingga sama – sama aus dan tidak ke mana – mana.
Cara – cara yang baik, sopan, obyektif dan tulus itu benar – benar perlu untuk membuat perubahan DNA lintas generasi. Dengan sinisme, kasar dan nyinyir secara verbal hanya akan menelanjangi kesombongan semakin kasat, melukai jiwa – jiwa yang lain, membuat diri semakin ruwet dan ini yang lebih mengerikan, menularkan kegelisahan tiada akhir bagi banyak orang bahkan generasi selanjutnya. Apa lagi yang harus dikatakan??? Nggak ada lagi. Cukup sampai di sini.

Oleh: muhahadi | Desember 9, 2011

Komitmen Perusahaan Jepang

Hari ini teman saya pulang. Di PHK karena kondisi perusahaan sedang sulit. Perusahaan Jepang tempat kami mencari nafkah selama ini, sedang menghadapi masalah sosial dan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga solar untuk pembangkit listriknya. Maklum, Seram Utara memang masih memiliki keterbatasan soal listrik PLN. Untuk mendapatkan listrik, perusahaan harus membakar solar yang harganya mendekati sebelas ribuan perliter. Baca Lanjutannya…

Oleh: muhahadi | Desember 7, 2011

Kelebihan dan kelemahan Padi hibrida

Kalau kita berbicara tentang padi hibrida, tentu dalam fikiran kita akan terlintas tentang kehebatan produk-produk pertanian yang berlabel hibrida yang lain. Seperti jagung hibrida, cabai hibrida, tomat hibrida, melon hibrida dan lain sebagainya.
Namun sayang cerita padi hibrida tak seindah komoditi pertanian hibrida yang lain. Baca Lanjutannya…

Oleh: muhahadi | Desember 2, 2011

Puspa Arumdani

Puspa Arumdani, model ternama yang sibuknya luar biasa. Agenda hariannya penuh dengan kegiatan. Pemotretan, fashion, jumpa fans, wawancara radio sampai tabloid. Dalam kepenatannya ia memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya sementara waktu dari rutinitasnya sebagai model dan menjalani kegiatan social. Melalui sebuah yayasan dia mendaftar untuk menjadi guru SD pengganti di kampung halaman tempat dia melewatkan masa kecilnya. Dari Jakarta dia terbang menuju Imogiri, Bantul. Sebuah desa di lereng bukit agak tandus di sebelah selatan Jogja.
Pada awalnya dia mendapat penerimaan yang sangat baik dari kepala desa dan dititipkan di rumah seorang janda petani yang agak berwawasan. Adaptasi pun dia lalui dalam beberapa minggu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang jauh berbeda. Serba kurang, serba tidak ada, kemana – mana jauh dan hanya berkendaraan sepeda onthel. Pokoknya ini adalah “ everything new “ jika dibandingkan dengan kehidupannya di Jakarta. Baca Lanjutannya…

Oleh: muhahadi | November 29, 2011

PETAKA DIBALIK DISKON

Peluncuran produk terbaru blackberry di sebuah mall di Jakarta menyisakan derita akibat budaya kelas rendah masyarakat Indonesia. Kerumunan yang berdesak – desakan menyebabkan beberapa orang jatuh, terinjak dan luka. Budaya kelas rendah, karena tidak realistis dalam berbelanja, tidak punya kesadaran mengantri, I – centric dan tidak we-centric, pokoknya menjijikkan deh!!

Orang – orang yang baru mengalami kenaikan kelas dari orang miskin menjadi kelas menengah baru dari sisi pendapatan, tapi tetap masih miskin mental alias berkesadaran rendah. Menganggap kebesaran dirinya ditopang oleh Gadget yang dipegang  dan bukan oleh intangible asset di dalam dirinya. Mereka berada di tengah pusaran pikiran yang sedang terjerumus di dalam kesombongan syaitoni yang disalahpahami sebagai prestise. Baca Lanjutannya…

Oleh: muhahadi | November 22, 2011

Perkembangan Baru Seram Utara

Seram Utara semakin berkembang. itulah yang terlihat pada saat peluncuran kapal LCU Nusa Ina 1 beberapa waktu yang lalu.LCU Nusa Ina 1 yang merupakan kapal kargo pertama dari rangkaian kapal – kapal kargo yang akan segera menyusul, dibuat untuk memperkuat divisi perdagangan dan logistik PT. Nusa Ina Agro. Kapal kargo dengan bobot mati sekitar 6000 grosston ini disebut sebut akan segera memperlancar arus barang konsumsi dari jawa langsung menuju seram utara. Bupati Maluku tengah, dalam sambutannya mengekspektasikan bahwa dalam beberapa tahun mendatang harga barang di seram utara akan lebih murah dari ambon.Apa artinya? artinya bahwa akan ada putaran likuiditas dan pertumbuhan ekonomi di seram Utara yang lebih besar. Baca Lanjutannya…

Oleh: muhahadi | Mei 5, 2011

KOBISONTA, PESONA INVESTASI SERAM UTARA

Oleh : Muh Ahadi

Jalanan itu cukup ramai. Terlihat mulus dengan konstruksi hotmix yang kokoh, lengkap dengan drainase concrete di samping kirinya. Truk – truk hilir mudik melewatinya, mengangkut bibit kelapa sawit menuju daerah penanaman yang sedang berkembang. Sesekali juga terlihat mobil ranger yang mengangkut pejabat – pejabat perkebunan tersebut. Selain itu, kendaraan masyarakat yang didominasi sepeda motor juga ikut meramaikan jalanan selebar 12 meteran tersebut.

Ini adalah kilometer kelima dari jalan lingkar morokay menuju waimusi, waiasih dan sariputih. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori